December 21, 2006

Pukulan Keras

Filed under: erwan


assalamualaikum wr wb

dear blog,
Cinta memang membuat dunia ini menjadi lebih indah. Kadang cinta juga membuat dunia ini sempit. Kadang cinta juga membuat kenyataan itu pahit. Namun tanpa cinta dunia ini terasa hampa. Kita harus bersyukur dengan adanya cinta, karena cintayang sering membuat kita tersenyum dan bahagia.
Gelora jiwa muda yang berapi-api membuat semua orang terlena dengan cinta dengan lawan jenis. Godaan cinta dari lawan jenis memang sering membuat kita bingung. Itu yang mungkin sedang aku alami akhir2 minggu ini menjelang UAS. Rasa cinta itu datang begitu aja dan aku tidak mungkin untuk membunuh rasa cinta itu dan aku juga tidak mungkin menanggapi rasa cinta itu begitu saja karena sudah adanya disisiku.
Aku merasakan pukulan keras ketika seseorang mahasiswa menyampaikan salam darinya aku menjadi terhenyut dan menjadi sadar akan keberadaannya. Mungkin dia memang tidak ada di sampingku tetapi dia selalu ada ketika aku mulai melupakannya.

Wassalamualakum wr wb

December 3, 2006

Sepenggal Cerita Lalu

Filed under: erwan

Assalamualaikum wr wb

Mungkin para pembaca bertanya-tanya mengapa ada gambar cover buku di dalam postingan ini. Ketika liburan puasa dan hari raya iedul fitri 1427 H kemarin saya mendapatkan hadiah sebuah buku ini dari seseorang yang mengisi ruang kosong di hati ini selama 3 tahun belakangan ini hingga sekarang. Buku ini berjudul For God and Country buku ini bercerita tentang seseorang yang sedang mencari fitrahnya yang telah di janjikan oleh setiap manusia ketika kita akan dilahirkan dan di ciptakan ke alam dunia ini. James Yee tokoh kisah nyata dalam buku ini mengalami banyak masalah dalam setelah ia menjadi muslim.

Itu cerita sebagian yang mungkin bisa saya ceritakan mungkin kisah lanjutnya bisa dibaca semdiri dari buku ini. Namun yang menjadi pertanyaan besar bagi saya tentang hadiah buku ini. Karena kami sudah lama tidak berjumpa mengobrol atau bercerita apapun mungkin bisa diperkirakan sudah dua tahun belakangan ini. Terakhir kita bertemu sewaktu saya kelas satu SMA setelah satu tahun dia pergi menuntut ilmu di pesantren Gontor. Jadi saya bertanya-tanya dalam hati mungkin ada makna yang lain di dalam buku ini, namun saya sudah baca sinopsis dan beberapa bab buku tidak ada sesuatu yang menyangkut tentang hubungan kita. Lalu saya menelpon teman dekat rumahnya yg juga teman SMP saya. Ternyata ia pernah di beritahu bahwa itu hanya hadiah saja katanya.

Mungkin teman-teman pembaca blog ini bertanya-tanya siapa sih orang yang saya maksud yang telah mengisi ruang kosong dalam hati saya. Dia bernama Siti Mu’awanah (21 oktober 1987), saya mengenalnya dari seorang teman saya yang menyukainya. Awalnya saya memang tidak ada rasa kepadanya, bahkan saya selalu menyalamkan salam teman saya kepadanya. Namun seiring berjalannya waktu saya tahu ternyata dia malah menyukai saya. Saya pun bingung jadinya. Dan akibat saya sering menyalamkan salam teman saya tersebut tanpa kusadari ada benih cinta dalam hati ini. Aku pun tak mengindahkan perasaan ini karena tak mungkin aku menghianati teman aku sendiri. Namun apa mau dikata teman-temannya banyak yang mendesak aku tuk jadian dengannya. Ini merupakan suatu yang sangat sulit untukku, karena aku juga baru saja mendapatkan jabatan sebagai ketua rohis dan ketua osis. Memang kalau sebagai ketua osis sih wajar-wajar aja tapi kalau sebagai ketua rohis kayana ini bukan hal yang wajar karena sebagai ketua rohis ini merupakan cermin yang tidak baik bagi bawahan.

Dan tertanyata dia juga sebagai ketua keputrian(rohis wanita). Itu juga yang membuat kita ga mungkin jadian. Namun ketika claassmeeting antar kelas sauasana ruang lab komputer pun sepi dan aku disuruh temannya untuk ke sana dan ketika disana ternyata dia sudah berada disana aku pun kaget dan bertanya kepadanya ada apa ini. Lalu temannya berbisik kepadaku untuk mengungkapkan perasaan kepadanya dan mereka menjamin pasti diterima. Lalu mereka meninggalkan kami berdua dan aku menjadi canggung untuk mengobrol kepadanya. Kita sempat mengobrol beberapa pembicaraan, namun ia menatap dengan mata seolah-olah menunggu sesuatu dan akupun tak sanggup menahannya. Setelah itu aku mengatakan kepadanya untuk jangan memberitahu kepada siapa-siapa, karena jika sampai terdengar mentor liqo pasti akan kacau. Kami pun keluar biasa aja dan teman2nya banyak yang bertanya-tanya namun aku menjawab tidak ada apa, tidak jadi. Lalu mereka mengatakan payah kepadaku, namun ketika teman2nya bertanya kepadanya dia hanya tersenyum saja itu yang membuat mereka curiga dan ia pun mengatakan untuk jgn bilang sapa2.

Seiring berjalannya waktu kisah kita pun akhirna ketahuan juga. Saya pun mendapatkan teguran dari mentor saya. Akhirnya saya pun agak menjauh darinya, namun saya tidak tahu apakah ia mendapat teguran juga. Setelah lulus dari SMP ia memutuskan untuk melanjutkan sekolahna di pesantren gontor aku pun merestuinya karena itu memang sudah menjadi keptusanna. Mungkin itu sepenggal cerita lalu ku dengannya, ku berharap masih ada jodoh untuk bertemu dengannya suatu hari nanti

Wasalamualaikum wr wb