Assalamualaikum Wr Wb
Ini photo2 kenangan gw dari gw masih belum sekolah sampe gw sma kelas 3
Foto2 di atas adalah kenangan terindah yg pernah gw miliki dan takkan kembali lagi.
Terima Kasih ya ALLAH atas nikmat mu ini. Alhamdulillah.
Wassalamualaikum Wr Wb
Assalammu’alaikum Wr… Wb…
Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita
Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?
Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat
Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‘dunia lain’ masuk ke jiwa
Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu
Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak
Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ‘sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri
Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu
Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa
Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.
Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya
Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita
Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…
Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…
Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu
Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup
Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga
Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup
Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…
Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
……
(Dewi Khayalan – Daun Band)
Ya Allah…
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku
Ya Allah…
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin…
Wassalamu’alaikum Wr… Wb…
Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah…
Oleh : Cucuk Hariyanto
sumber : http://dudung.net/

Hari ini Timnas Indonesia melangsungkan pertandingan perdananya sebagai tuan rumah Piala Asia 2007 bersama Vietnam, Thailand dan Malaysia. Timnas Indonesia Melakukan kickoff melawan Timnas Bahrain sekitar pukul 17 : 25 waktu Indonesia bagian barat. Pertandingan pun berlangsung sangat menarik kedua kesebelasan bermain terbuka dan sangat cepat. Indonesia membuat kejutan dengan menundukkan Bahrain melalui GOL yang di cetak oleh Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas yang membuat skor 2-1 untuk kemengan Indonesia.
Indonesia memimpin lebih dulu di menit 14 melalui Budi Sudarsono. Gol ini di awali dari umpan cantik Firman Utina yang mengangkat bola setengah pertahanan lawan, kiper Bahrain gagal menangkap bola dan bola jatuh di kaki Budi dengan tenang di memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.
Pada menit ke-27 Bahrain berhasil membuat gol balasan melalui Sayed Mahmood Jalal. Kedudukan 1-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua Bahrain menekan pertahanan Indonesia. Namun pada menit ke-64 Bahrain kembali kebobolan lewat Bambang. Gol ini berawal dari tendangan keras Firman Utina yang gagal di bendung kiper Bahrain dan membentur tiang gawang kanan dan bola mental itu langsung di sambar oleh Bambang dan kedudukan menjadi 2-1. Hingga Akhir peluit babak kedua dibunyikan Indonesia tetep unggul dari Bahrain dengan skor 2-1. Dengan hasil ini Indonesia berada di puncak klasmen sementara Grup D dengan 3 poin.
Sementara dua saingan terberat di Grup D Korea Selatan dan Arab Saudi akan bertanding besok hari untuk mengamankan posisi mereka sementara di Grup D.
Indonesia akan mengahadapi Arab Saudi pada tanggal 14 juli mendatang dan Korea Selatan pada tanggal 18 juli 2007.
Saya berharap kemenangan pada hari ini melawan Bahrain akan menambah keyakinan dan semangat di kubu tuan rumah Timnas Indonesia kita tercinta.
Maju terus PSSI, Maju terus TimNas Indonesia.

Assalamualaikum Wr Wb. Gila men gw kira anak lab ga bisa di ajakin gokil ternyata nih kegiatan yg paling gokil yg gw lakuin ma nak lab terutama nak 05. Emang sih rencana kita dari siang buat nonton hemat (nomat) gw kira bakal ga jadi men soalna si “Bima” masih ada ujian Bahasa Inggris jam 6 sore secara sekarang gw lagi UAS. Eh ga taunya pas gw bis shalat isya tuh lagi pada nyantai di masjid al-Falah sama “Arjuna, Yudhistira”, dan akang Gofar. Tiba2 si “Bima” Nelphone gw gitu deh woi pada jadi Nomat kaga lo. Gw sih no problem emang secara gw besok tuh gy ga da ujian. Tadinya si “Yudhistira” ga mau, terus dia coba ngerjain “Bima” pake HP barunya yg tadi sore gw temenin ke CANTIK. Eh pas mau di kerjain sama akang Gofar ketauan suarana gagal deh.
Terus si “Bima” nyamperin ke Masjid kita ngobrol2 dan akhirnya kita putusin tuk jalan. Kebetulan Yopi sms dan bilang klo dia dah sampe disana terus dia suruh beli tiket duluan, lalu kita berangkat deh ke Bintaro Plaza 21 nonton film judulnya “TRANSFORMER” gile keren abis deh filmnya. Animasinya gw seneng BGT men lo bayangin aja yeh perubahan dari mobil ke robot ataupun sebaliknya itu mulus dan cepet bgt men ga kaku kaya film robot2 yg sebelumnya gw tonton gile seru abis. Apa lagi ketika ketemu kubus yg dicari, masa sebuah HP bisa jadi robot cuma gara2 di kasih tenaga dari kubus itu gila cuy mantep dah. Ngga nyelsel gw jalan malem2 buat Nomat film ntu. Selesai Nonton jam 1 pagi, pulang naek Taksi abis argo Rp 21.000,-. Abis itu manjat pager eh celana gw sempet nyangkut gitu untung ga sobek gede kan malu klo bolong gw ga bawa ganti men. Soalna ga da prepare bwt nginep di Lab Kampus sih.
Bener2 ga nyesel deh gw nomat malem2, Seru abiiiiiisssss…………..
Wassalamualaikum Wr Wb